Koedoes’s Weblog











{September 18, 2007}   Sejarah Removable Storage

Dahulu, floppy disk jadi andalan. Seiring dengan ukuran file yang semakin membesar, posisinya tergeser dengan UFD dan harddisk portabel. Mana yang lebih unggul di antara dua jenis storage populer ini?

USB Flash Disk (UFD) layaknya sudah berfungsi bagaikan sebuah floppy disk di masa yang lalu. Hampir setiap pengguna PC pasti memilikinya. Ketersediaan kapasitasnya yang hingga satuan gigabyte, membuatnya juga ideal untuk dimanfaatkan sebagai sebuah removable storage. Apalagi ditambah beragam aplikasi portabel, yang masih ideal untuk dimasukkan di dalamnya.

Harddisk enclosure, dilengkapi dengan harddisk 2,5 inchi juga menjadi solusi yang ideal. Ukurannya memang tidak seringkas UFD. Bentuknya yang tipis membuatnya masih cukup ideal untuk masuk ke dalam tas, dan menemani ke manapun Anda berada. Beberapa produsen, khususnya produsen harddisk juga menyadari hal ini, dengan menyediakan beberapa alternative varian untuk harddisk removable ini.

Nama-nama besar seperti Seagate (juga Maxtor yang sekarang sudah diakuisisi oleh Seagate), Western Digital adalah contoh produsen harddisk yang juga sudah ikut serta memproduksi removable storage. Memang harganya masih sedikit lebih mahal, dibandingkan dengan membeli harddiks enclosure dan sebuah harddisk mobile dengan form factor 2,5 inci.

Keduanya memang tentu saja memiliki perbedaan. Baik kapasitas, ukuran dimensi fisik, juga harga. Namun, keduanya memiliki kesamaan fungsi sebagai removable storage. Di manakah keunggulan masing-masing removable storage ini? Simak pembahasannya kali ini.

Dimensi: Keringkasan kedua jenis produk ini memang terpaut cukup jauh. UFD memiliki ukuran yang nyaris seragam. Kebanyakan memiliki dimensi volume kurang lebih sekitar 20~40 ml. Seperti contoh pada produk yang kami ambil sebagai acuan. Dengan dimensi 66x23x12 mm (kurang dari 20 ml). Bandingkan dengan sebuah harddisk portabel yang dimensinya juga beragam. Beberapa produsen harddisk juga mulai serius memproduksi varian produk semacam ini. Namun sejauh pengamatan kami, tidak lebih tipis dari 10 mm. Dengan berat yang masih terbilang ringan, kurang dari 200 gram. Setidaknya hal ini memastikannya lebih mudah untuk dibawa, katakanlah dalam tas notebook. Tanpa memerlukan ruang volume yang besar ataupun tambahan beban yang berarti.

Namun, tetap UFD jauh lebih ringkas. Kemudahan berkat keringkasannya, untuk dimasukan ke dalam kantong pun tidak dapat dilakukan dengan mudah jika menggunakan portable disk. Perbandingan yang paling sederhana adalah, membandingkan jumlah penggunanya yang menggantungkan dengan lanyard untuk UFD dan harddisk portabel. Tentunya menggantungkan harddisk portabel di leher untuk sementara akan menjadi sebuah pemandangan yang unik. Pemenang: UFD

Fitur: UFD memiliki fitur tambahan yang menarik untuk disimak. Mulai dari kemampuan bootable, lock PC, dan enkripsi data. Kami juga sempat menguji sebuah UFD dengan sebuah slot SD/MMC untuk menambah kapasitasnya. Kemudahan tambahan sebuah switch untuk mode read only, juga memudahkannya mencegah virus menyebar ke UFD Anda. Sebagian besar fitur yang dimiliki UFD juga tersedia pada harddisk portabel. Beberapa di antaranya juga dilengkapi dengan aplikasi pendukung. Khususnya untuk fungsi back-up dan/atau synchronizing. Ada juga yang dilengkapi sebuah tombol shortcut untuk fungsi tersebut.

Harddisk portabel dari produsen harddisk terkadang tidak memiliki kemampuan untuk melakukan upgrade harddisk untuk menambah kapasitas ataupun meningkatkan kinerja.

Keduanya memiliki keunikan tersendiri pada masing-masing fiturnya. Untuk penilaian ini keduanya dapat dikatakan seimbang. Pemenang: Draw

Harga: Tanpa memperhatikan perbedaan kapasitas, untuk harga, keduanya memiliki perbedaan yang cukup mencolok. Sebuah UFD bisa didapatkan dengan harga yang terbilang terjangkau. Sebagai gambaran untuk UFD 1 GB mudah didapatkan dengan harga mulai dari sekitar Rp100 ribu. Atau dengan kata lain harga per megabyte ada pada kisaran Rp100 per MB. Untuk mendapatkan UFD dengan kapasitas lebih besar, tentunya Anda akan merogoh kocek lebih dalam. Untuk sebuah UFD berkapasitas 4 GB mulai ditawarkan mulai dari Rp340 ribu. Berbeda dengan harddisk yang ditawarkan dengan harga yang lebih tinggi. Setidaknya tidak kurang dari Rp100 ribu untuk mendapatkan enclosure, dan tambahan sebuah harddisk 2,5 inchi, sesuai kapasitas yang diinginkan.

Namun jika Anda mempertimbangkan harga per kapasitas dalam satuan megabyte, anggapan ini akan tergeser. Dapat Anda bandingkan harga per MB untuk harddisk portabel yang tidak lebih dari Rp10/MB. Terlihat perbedaan yang mencolok yang masih dimenangkan oleh harddisk portabel. Pemenang: Harddisk Portabel

Kinerja: Kinerja dari sebuah UFD akan sangat variatif. Sedikit banyak kualitasnya akan mempengaruhi kinerja yang mampu dihasilkan. Kinerja UFD cukup meningkat drastis dibandingkan UFD pada awal diperkenalkan. Hal ini juga yang memicu nama besar Microsoft untuk mengeluarkan fasilitas ReadyBoost, hanya dengan mengandalkan UFD. Meskipun tidak semua UFD akan mendukung fasilitas yang tersedia di Windows Vista tersebut. Kinerja harddisk portabel sebetulnya juga tidak terlalu mengecewakan. Namun, masih terpaksa mengalah dengan keunggulan yang dimiliki dari teknologi flash. Terutama untuk perbedaan access time yang mencolok untuk kedua jenis storage ini. Untuk penilaian ini, kemenangan hampir dapat dikatakan mutlak, ada pada UFD. Pemenang: UFD

KesimpulanUkuran dimensi terutama volume kedua jenis produk ini cukup berbeda jauh. Keunggulan UFD ada pada keringkasan bentuknya yang tidak dapat ditandingi harddisk portabel. Dan untuk sementara, hal ini memberikan konsekuensi keterbatasan kapasitas, jika dibandingkan harddisk portabel. Untuk kebanyakan skenario penggunaan sebagai removable storage, kapasitas UFD masih memuaskan. Kecuali untuk dengan data berukur an besar. Seperti misal back-up data, kumpulan file multimedia video dan audio berdefinisi tinggi, dan seterusnya.

Tentunya kapasitas juga akan berpengaruh dengan harga. Ini juga berlaku baik pada UFD maupun harddisk portabel. Dan dapat menjadi parameter penting untuk memilih di antara kedua produk ini. Di pasaran setidaknya sudah tersedia UFD dengan kapasitas hingga 4 GB. Untuk kapasitas lebih dari ini masih sedikit sulit ditemukan. Untuk kapasitas lebih besar dari itu, agaknya kebutuhan removable storage Anda hanya dapat dipenuhi oleh harddisk portabel.



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

et cetera
%d bloggers like this: